Selasa, 29 Mei 2012

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

PERKEMBANGAN DANA PEMBANGUNAN DI INDONESIA

Dari segi perencanaan pembangunan di Indonesia, APBN adalah konsep perencanaan pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena itulah APBN selalu disususn setiap tahun. Secara garis besar APBN terdiri dari sisi penerimaan dan pengeluaran. Saat ini Indonesia sedang mengalami peningkatan pembangunan. Dilihat dari sektor industri dan usaha-usaha kecil maupun besar, Indonesia mempunyai penerimaan yang sangat besar. Namun penerimaan itu tidak digunakan secara efektif. Penerimaan negara justru untuk kepentingan oknum lain. Terlihat dari kondisi Indonesia saat ini tidak mengalami pembangunan. Masih banyak sektor-sektor yang harus dikembangkan dengan penerimaan negara seperti pendidikan, sumberdaya, dan lain lain.

PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN

  • Dari atas ke bawah (Top-down)

Merupakan proses penyusunan anggaran tanpa penentuan tujuan sebelumnya dan tidak berlandaskan teori yang jelas. Proses penyusunan anggaran dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah uang dari pihak atasan kepada para karyawannya agar menggunakan uang yang diberikan tersebut untuk menjalankan sebuah program.
Terdapat 5 metode penyusunan anggaran dari atas ke bawah:
Metode kemampuan (The affordable method) adalah metode dimana perusahaan menggunakan sejumlah uang yang ada untuk kegiatan operasional dan produksi tanpa mepertimbangkan efekpengeluaran tersebut.
Metode pembagian semena-mena (Arbitrary allocation method) merupakan proses pendistribusian anggaran yang tidak lebih baik dari metode sebelumnya. Metode ini tidak berdasar pada teori, tidak memiliki tujuan yang jelas, dan tidak membuat konsep pendistribusian anggaran dengan baik.
Metode persentase penjualan (Percentage of sales) menggambarkan efek yang terjadi antara kegiatan iklan dan promosi yang dilakukan dengan persentase peningkatan penjualan dilapangan. Metode ini mendasarkan pada dua hal, yaitu persentase penjualan dan sejumlah pengembalian yang diterima dari aktivitas periklanan dan promosi yang dilakukan.
Melihat pesaing (Competitive parity) karena sebenarnya tidak ada perusahaan yang tidak mau tahu akan keadaan pesaingnya. Tiap perusahaan akan berusaha untuk melakukan promosi yang lebih baik dari para pesaingnya dengan tujuan untuk menguasai pangsa pasar.
Pengembalian investasi (Return of investment) merupakan pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan terkait dengan sejumlah uang yang telah dikeluarkan untuk iklan danaktivitas promosi lainnya. Sesuai dengan arti katanya, investasi berarti penanaman modal dengan harapan akan adanya pengembalian modal suatu hari.
  • Dari bawah ke atas (Bottom-up)

Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan anggaran ditentukan belakangan setelah tujuan selesai disusun. Proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas merupakan komunikasi strategis antara tujuan dengan anggaran.
Terdapat 3 metode dasar proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas, yakni:
Metode tujuan dan tugas (Objective and task method) dengan menegaskan pada penentuan tujuan dan anggaran yang disusun secara beriringan. Terdapat 3 langkah yang ditempuh dalam langkah ini, yakni penentuan tujuan, penentuan strategi dan tugas yang harus dikerjakan, dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tugas dan strategi tersebut.
Metode pengembalian berkala (Payout planning) menggunakan prinsip investasi dimana pengembalian modal diterima setelah waktu tertentu. Selama tahun pertama, perusahaan akan mengalami rugi dikarenakan biaya promosi dan iklan masih melebihi keuntungan yang diterima dari hasil penjualan. Pada tahun kedua, perusahaan akan mencapai titik impas (break even point) antara biaya promosi dengan keuntungan yang diterima. Setelah memasuki tahun ketiga, barulah perusahaan akan menerima keuntungan penjualan. Strategi ini hasilnya dirasakan dalam jangka panjang.
Metode perhitungan kuantitatif (Quantitative models) menggunakan sistem perhitungan statistik dengan mengolah data yang dimasukkan dalam komputer dengan teknik analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Metode ini jarang digunakan karena kompleks dalam pemakaiannya.

PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA

Secara keseluruhan sumber penerimaan negara bersumber dari :
1. Penerimaan dalam negeri, yang terdiri dari:
Penerimaan Perjakan
pajak penghasilan (minyak dan gas, non minyak dan gas)
pajak pertambahan nilai
pajak bumi dan bangunan
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangun (BPHTB)
Pajak Lainnya
Pajak Perdagangan Internasional
Bea Masuk
Pajak/Pengutan Ekspor
Penerimaan Bukan Pajak
Penerimaan Sumber Daya Alam (minyak bumi, gas alam, pertambangan umum, kehutanan, perikanan)
Bagian Laba BUMN
PNPB Lainnya
2. Penerimaan luar negeri
Penerimaan dari luar negeri dapat dihasilkan dari investasi atau modal proyek ataupun pinjaman keluar negeri. Bisa juga didapatkan dari ekspor barang ataupun dari visa para tourist yang datang ke Indonesia.
PERKIRAAN PENGELUARAN NEGARA
Pengeluaran Negara merupakan pengeluaran untuk membiayai kebutuhan maupun kegiatan-kegiatan pada suatu Negara demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Pengeluaran Negara dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

1. Pengeluaran rutin dan
2. Pengeluaran pembangunan

Pengeluaran rutin Negara merupakan pengeluaran yang selalu ada dan telah terencana sebelumnya. Pengeluaran rutin ini meliputi :

- Pengeluaran untuk belanja pegawai
- Pengeluaran untuk belanja barang
- Pengeluaran untuk subsidi daerah otonom
- Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang
- Dan juga pengeluaran lain-lain

Sedangkan Pengeluaran pembangunan merupakan semua pengeluaran negara untuk membiayai proyek-proyek pembangunan. Yang termasuk pengeluaran pembangunan diantaranya ialah :

- Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen atau lembaga Negara.
- Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah
- Dan juga pengeluaran pembangunan lain-lain

DASAR PERHITUNGAN PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA

Untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan Negara,ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut adalah:
Penerimaan Dalam Negeri dari Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
Produksi minyak rata-rata per hari
Harga rata-rata ekspor minyak mentah
Penerimaan Dalam Negeri diluar Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
Pajak penghasilan
Pajak pertambahan nilai
Bea masuk
Cukai
Pajak ekspor
Pajak bumi dan bangunan
Bea materai
Pajak lainnya
Penerimaan bukan pajak
Penerimaan dari hasil penjualan BBM

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Anggaran#Proses_penyusunan_anggaran
http://sarahlistiarakhma.wordpress.com/2011/05/17/perkiraan-penerimaan-negara/
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Anggaran_Pendapatan_dan_Belanja_Neg
http://cyntiacitraramadani.blogspot.com/2011/05/perkiraan-pengeluaran-negara.html
http://haris14.wordpress.com/2011/05/16/perkiraan-pengeluaran-negara/

Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan, dan Kemiskinan

STRUKTUR PRODUKSI

Gross Domestic Product adalah hasil produksi keseluruhan yang dihasilkan oleh suatu negara tanpa memandang kewarganegaraan. Maksudnya adalah GDP merupakan jumlah pendapatan di sebuah negara dengan mengikutsertakan pendapatan warga negara asing di negara tersebut. Dalam hal ini GDP berguna untuk mengetahui dengan cepat pertumbuhan ekonomi di sebuah negara. Selain itu dapat digunakan untuk menghitung perubahan harga. GDP juga mempunyai keterbatasan seperti sulit menganalisis kemakmuran dan kesejahteraan di suatu negara. Hal ini dikarenakan GDP menghitung seluruh pendapatan penduduk.
Indikator kemakmuran dan kesejahteraan di suatu negara khususnya Indonesia, dilihat dari pemerataan pendapatan kepada seluruh warga negara indonesia. Dengan kata lain, pendapatan warga negara asing tidak diikutsertakan. Jika kita telaah pendapatan warga negara asing tidak mempengaruhi kemakmuran indonesia. Pendapatan mereka adalah untuk menambah devisa negaranya dan pendapatan mereka hanya sedikit untuk membantu kemakmuran negara kita. Kemakmuran dapat diukur dari jumlah pendapatan nasional indonesia berdasarkan jumlah pendapatan warga indonesia tanpa warga asing. Selain itu distribusi pendapatan haruslah merata. Itulah indikator kemakmuran bagi indonesia.
PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh rumah tangga keluarga di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode selama satu tahun. Sedangkan pendapatan per kapita adalah jumlah pendapatan negara dibagi jumlah penduduk.
Ada empat cara perhitungan pendapatan nasional, antara lain:
1.      Pendapatan Nasional Pendekatan Produksi (GDP)
Y = (PxQ)1 + (PxQ)2 + (PxQ)3 + ... + (PxQ)n
Dimana P adalah harga dan Q adalah kuantitas
2.      Pendapatan Nasional Pendekatan Pengeluaran (GNP)
Y = C+ I+ G+ (X – M)
3.      Pendapatan Nasional Pendekatan Pendapatan (NI)
Y = W+ I+ R+ P
4.      Dispossible Income
Y = GNP – Pajak langsung

DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN

Masalah besar yang dihadapi negara sedang berkembang adalah disparitas (ketimpangan) distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. Membiarkan kedua masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperparah keadaan, dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik.
Masalah kesenjangan pendapatan dan kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh negara sedang berkembang, namun negara maju sekalipun tidak terlepas dari permasalahan ini. Perbedaannya terletak pada proporsi atau besar kecilnya tingkat kesenjangan dan angka kemiskinan yang terjadi, serta tingkat kesulitan mengatasinya yang dipengaruhi oleh luas wilayah dan jumlah penduduk suatu negara. Semakin besar angka kemiskinan, semakin tinggi pula tingkat kesulitan mengatasinya. Negara maju menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative kecil dibanding negara sedang berkembang, dan untuk mengatasinya tidak terlalu sulit mengingat GDP dan GNP mereka relative tinggi. Walaupun demikian, masalah ini bukan hanya menjadi masalah internal suatu negara, namun telah menjadi permasalahan bagi dunia internasional.

Definisi kemiskinan menurut beberapa ahli
- Menurut Sallatang (1986) kemiskinan adalah ketidakcukupan penerimaan pendapatan dan pemilikan kekayaan materi, tanpa mengabaikan standar atau ukuran-ukuran fisiologi, psikologi dan sosial.
- Menurut Esmara (1986) mengartikan kemiskinan ekonomi sebagai keterbatasan sumber-sumber ekonomi untuk mempertahankan kehidupan yang layak. Fenomena kemiskinan umumnya dikaitkan dengan kekurangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak.
- Menurut Basri (1995) bahwa kemiskinan pada dasarnya mengacu pada keadaan serba kekurangan dalam pemenuhan sejumlah kebutuhan, seperti sandang, pangan, papan, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan lain sebagainya.
- Menurut Badan Pusat Statistik (2000), kemiskinan didefinisikan sebagai pola konsumsi yang setara dengan beras 320 kg/kapita/tahun di pedesaan dan 480 kg/kapita/tahun di daerah perkotaan.
- Poli (1993) menggambarkan kemiskinan sebagai keadaan ketidakterjaminan pendapatan, kurangnya kualitas kebutuhan dasar, rendahnya kualitas perumahan dan aset-aset produktif, ketidakmampuan memelihara kesehatan yang baik, ketergantungan dan ketiadaan bantuan, adanya perilaku antisosial (anti-social behavior), kurangnya dukungan jaringan untuk mendapatkan kehidupan yang baik, kurangnya infrastruktur dan keterpencilan, serta ketidakmampuan dan keterpisahan.
- Bappenas dalam dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan juga mendefinisikan masalah kemiskinan bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga masalah kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin


Sumber:
http://tantitrisetianingsih.blogspot.com/2012/04/struktur-produksi-distribusi-pendapatan.html

Jumat, 23 Maret 2012

Peta Perekonomian Indonesia

Sejak dulu indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya. Sebagai warga negara indonesia haruslah bangga tinggal di negara yang subur dan mempunyai potensi alam yang luar biasa hebat. Tak lupa kita harus melestarikan alam ini agar berkembang dengan sempurna. Kita harus mencintai tanah air ini. Untuk itu perlu adanya pengetahuan tentang keadaan geografis indonesia, agar timbul rasa cinta bangsa dan berkeinginan melestarikannya.

A. Keadaan Geografis Indonesia

Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau (menurut data tahun 2004; lihat pula: jumlah pulau di Indonesia), sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni tetap, menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai kepulauan Nusantara atau kepulauan Indonesia.

Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi and 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia.

Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat dan monsun timur. Dari bulan November hingga Mei, angin bertiup dari arah Utara Barat Laut membawa banyak uap air dan hujan di kawasan Indonesia; dari Juni hingga Oktober angin bertiup dari Selatan Tenggara kering, membawa sedikit uap air. Suhu udara di dataran rendah Indonesia berkisar antara 23 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius sepanjang tahun.

Namun suhu juga sangat bevariasi; dari rata-rata mendekati 40 derajat Celsius pada musim kemarau di lembah Palu - Sulawesi dan di pulau Timor sampai di bawah 0 derajat Celsius di Pegunungan Jayawijaya - Irian. Terdapat salju abadi di puncak-puncak pegunungan di Irian: Puncak Trikora (Mt. Wilhelmina - 4730 m) dan Puncak Jaya (Mt. Carstenz, 5030 m).

Ada 2 musim di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau, pada beberapa tempat dikenal musim pancaroba, yaitu musim di antara perubahan kedua musim tersebut.

Curah hujan di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun, namun juga sangat bervariasi; dari lebih dari 7000 milimeter setahun sampai sekitar 500 milimeter setahun di daerah Palu dan Timor. Daerah yang curah hujannya rata-rata tinggi sepanjang tahun adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Jawa barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan delta Mamberamo di Irian.

Setiap 3 sampai 5 tahun sekali sering terjadi El-Nino yaitu gejala penyimpangan cuaca yang menyebabkan musim kering yang panjang dan musim hujan yang singkat. Setelah El Nino biasanya diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan yang lebat dan lebih panjang dari biasanya. Kekuatan El Nino berbeda-beda tergantung dari berbagai macam faktor, antara lain indeks Osilasi selatan atau Southern Oscillation.

Indonesia kaya akan bahan tambang dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita ‘berani’ ditetapkan sebesar 7,5% (masa Repelita II).


B. Mata Pencaharian

Mata pencaharian di Indonesia terbesar masih dalam sektor pertanian (agraris). Beberapa diantaranya pertanian, perkebunan, dan peternakan. Kontribusi sektor pertanian terhadap GDP ( Gross Domestic Product ) secara absolut masih dominan, namun jika dibanding dengan sektor-sektor di luar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam presentase. 

Hal yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan-dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain (industri misalnya), sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang memang bermata pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja dan memiliki akses di sektor industri (kota). 

Namun menurut saya, tidak perlu terlalu diambil pusing. Mata pencaharian sektor pertanian merupakan mata pencaharian yang sejak dulu telah ada di indonesia dan hingga sekarang masih dominan. Inilah keunikan negara kita. Hanya saja dalam pengelolaannya harus lebih modern agar hasilnya lebih banyak dan berkualitas. Untuk itu kita harus mendukung petani dan pekerja bidang agraris agar bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan tidak kalah saing dengan produk luar negeri.


C. Sumber Daya Manusia

Selama ini selain terkenal potensi alam yang subur, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Laju pertumbuhan penduduk kita setiap tahun terus bertambah. Namun hal ini tidak dibarengi dengan penyebarannya. Penyebaran penduduk di Indonesia kurang merata. Adanya anggapan bahwa di Jakarta lebih banyak lapangan pekerjaan menjadikan Jakarta lebih banyak menampung penduduk ketimbang daerah lain.

Anggapan ini masih menggandrungi masyarakat indonesia. Padahal Jakarta adalah pusat pengangguran terbesar. Tidak banyak yang diharapkan dari Jakarta. Lapangan pekerjaan sangatlah kurang, lahan kosong untuk tempat tinggal hampir tidak ada, dan polusi yang sudah semakin memburuk. Namun tetap saja orang dearah masih beranggapan bahwa Jakarta bisa membantu mereka dalam hal ekonomi.

Dikarenakan angka kelahiran di Indonesia sangatlah tinggi, hal ini mengakibatkan tingginya jumlah angkatan kerja. Walaupun demikian, hal ini tidak dibarengi dengan jumlah lapangan pekerjaan. Untuk itu haruslah kita tanamkan pada penerus bangsa bahwa mengikuti program keluarga berencana akan membantu meminimalkan jumlah angkatan kerja. Bila jumlah angkatan kerja dibiarkan menigkat namun tidak dibarengi dengan jumlah lapangan pekerjaan akan berakibat menigkatnya jumlah pengangguran. Selain itu kita juga harus menanamkan pikiran untuk membuat lapangan pekerjaan baru. Lebih baik dalam sektor industri agar mengambil pekerja dalam jumlah banyak.

Sistem pendidikan di Indonesia masih lemah. Pemerintah beranggapan bahwa program wajib belajar 9 tahun adalah solusi yang tepat. Ternyata wajib belajar 9 tahun hanya bisa menghasilkan output yang tidak berpengalaman dan tidak bisa di’lepas’ di pasaran. Tidak adanya pengalaman dan skill yang cukup untuk bisa memperebutkan lapangan pekerjaan yang layak. 

Jika kita masih memberlakukan program ini, saya yakin kualitas SDM Indonesia masih akan tertinggal jauh dengan negara lain. Untuk itu perlu adanya perubahan dalam bidang pendidikan. Saya sarankan wajib belajar 12 tahun dan benar-benar dibiayai oleh negara jadi siapapun bisa bersekolah hingga 12 tahun. Selama 12 tahun bersekolah, kita akan diberikan skill, motivasi, dan jiwa yang kuat untuk menghadapi globalisasi. Saya yakin dengan adanya program wajib belajar 12 tahun, kualitas SDM Indonesia akan lebih baik.


D. Investasi
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.

Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat, perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut adalah :
a. Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga sacara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri
b. Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas
c. Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia
d. Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas.

Sumber:
id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia
http://nadya-soalagogo.blogspot.com/2012/03/peta-perekonomian-indonesia.html

Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi tinggi untuk menjadi negara maju. Kita mempunyai banyak keunggulan dibanding negara lain. Dilihat dari potensi alam, kita memiliki tanah yang subur dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, suatu negara akan maju bila dikelola dengan baik. Butuh strategi dalam mengembangkannya. Oleh sebab itu kita perlu mempelajari tentang strategi dan perencanaan pembangunan.

A. Macam-macam strategi pembangunan ekonomi
 
Untuk membangun Indonesia menjadi negara yang maju dibutuhkan strategi dalam mengembangkannya. Ada beberapa macam strategi pembangunan ekonomi.

  • Strategi Pertumbuhan
Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah ( trickle – down – effect ) pendistribusian kembali. Jika terjadi ketidak merataan hal tersebut merupakan prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi. Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketidak merataan yang semakin tajam.

  • Strategi Pembangunan dengan Pemerataan
Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu. 

  • Strategi Ketergantungan
Inti dari konsep strategi tergantungan adalah :
- Kemiskinan di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak / negara lainnya.

- Teori ketergantungan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “Teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (Self Development).

  • Strategi yang Berwawasan Ruang
Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya/maju.
Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyetor dari kaya ke miskin (Spread Effects) lebih kecil daripada terjadnya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (Back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.

  • Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Sasarana dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kebutuhan pokok dan sejenisnya.

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Strategi Pembangunan Ekonomi

Pada dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi pembangunan ekonomi adalah tujuan yang ingin dicapai. Apabila yang ingin dicapai adalah tingkat pertumbuhan yang tinggi, maka faktor yang mempengaruhi digunakannya strategi tersebut adalah :
  • Tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah
  • Akumulasi kapital yang rendah
  • Tingkat pendapatan pada kapital yang rendah
  • Struktur ekonomi yang berat ke sektor tradisional yang juga kurang berkembang.
Faktor yang mempengaruhi diberlakukannya strategi pembangunan yang berorientasi pada penghapusan kemiskinan pada dasarnya dilandasi oleh keinginan bahwa kemiskinan harus segera diatasi. Ketimpangan yang terjadi saat ini disebabkan oleh kebijaksanaan penanaman modal yang cenderung hanya diarahkan ke lokasi tertentu dan biasanya bersifat padat modal, selain itu juga disebabkan karena potensi daerah yang berbeda-beda. Dengan demikian faktor-faktor yang mempengaruhi diberlakukannya strategi pembangunan yang berorientasi pada pemerataan adalah :
  • Potensi daerah yang berbeda
  • Kebijaksanaan penanaman modal yang berat sebelah
  • Adanya ketimpangan antar daerah.
C. Strategi pembangunan ekonomi indonesia
Perkembangan ekonomi indonesia saat ini terbilang baik. Walaupun diluar sana sedang terjadi krisis global namun indonesia masih bisa bertahan. Indonesia bisa dibilang tidak terkena imbas krisis global. Walaupun demikian tugas kita saat ini adalah membangun perekonomian indonesia.
Pada awal Orde Baru, strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha-usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tingi (Hyper Inflasi).


Strategi-strategi tersebut kemudian dipertegas dengan ditetapkan sasaran-sasaran dan titik berat setiap Repelita, yakni :
  • REPELITA I : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
  • REPELITA II : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.  
  • REPELITA III : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya. 
  • REPELITA IV : Meletakkan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri, baik industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam Repelita-repelita selanjutnya meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
D. Manfaat dari perencanaan:

1. Standar pelaksanaan dan pengawasan
2. Pemilihan sebagai alternatif terbaik
3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
6. Alat memudahakan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait
7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti

E. Dalam sejarah perkembangannya, perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia dibagi dalam beberapa periode, yakni :
Periode Orde Baru, dibagi dalam :
• Periode 1945 – 1950 
• Periode 1951 – 1955
• Periode 1956 – 1960
• Periode 1961 – 1966 

Periode Setelah Orde Baru dibagi dalam :
• Periode 1966 s/d periode stabilisasi dan rehabilitasi
• Periode Repelita I : 1969/70 – 1973/74
• Periode Repelita II : 1974/75 – 1978/79
• Periode Repelita III : 1979/80 – 1983/84
• Periode Repelita IV : 1984/85 – 1988/89
• Periode Repelita V : 1989/90 – 1993/94


Sumber:
http://tugaskuliah-adit.blogspot.com/2011/04/perencanaan-pembangunan.html


http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab2-perkembangan_strategi_dan_perencanaan_pembangunan_ekonomi_indonesia.pdf

Senin, 12 Maret 2012

Perkembangan Perekonomian Indonesia dari Masa ke Masa

Indonesia dikenal negara berkembang yang potensi ekonominya patut diperhitungkan. Pada awal kemerdekaan, perekonomian Indonesia belum baik. Hal ini dikarenakan masih dalam tahap berkembang. Namun, pembangunan sudah terjadi. Pembangunan diarahkan pada industri kecil untuk mengganti barang impor.

Sejak tahun 1995, pembangunan mulai memasuki industri besar. Hal ini diperkuat dengan adanya kebijakan Rencana Pembangunan Semesta Delapan (1961). Kebijakan ini berisi rencana pendirian proyek-proyek besar dan beberapa proyek kecil untuk mendukung proyek besar tersebut. Rencana ini mencakup sektor-sektor penting dan menggunakan perhitungan modern. Namun sayangnya Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun ini tidak berjalan atau dapat dikatakan gagal karena beberapa sebab seperti adanya kekurangan devisa untuk menyuplai modal serta kurangnya tenaga ahli.
 
Perekonomian Indonesia era orde lama ini semakin memburuk. Terjadi pengeluaran besar-besaran seperti impor beras, proyek mencusuar, pengeluaran militer, dan dana revolusi untuk membalas jasa-jasa teman dekat dari rezim yang berkuasa. Akhirnya indonesia terkucilkan dari dunia internasional. Lalu mulai dekat dengan negara komunis.

Masuklah era orde baru yang dipimpin oleh Soeharto. Pada masa ini banyak terjadi pembangunan ekonomi. Namun lama-kelamaan terjadi kesenjangan sosial yang sangat signifikan. Terlihat kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Hal ini membuat masyarakat tidak betah. Selain itu tahun 1997 nilai tukar rupiah mulai melemah.

Krisis nilai tukar telah menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai tukar rupiah yang merosot tajam sejak bulan Juli 1997 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam triwulan ketiga dan triwulan keempat menurun menjadi 2,45 persen dan 1,37 persen. Pada triwulan pertama dan triwulan kedua tahun 1997 tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8,46 persen dan 6,77 persen. Pada triwulan I tahun 1998 tercatat pertumbuhan negatif sebesar -6,21 persen.

Selain itu terjadi kerusuhan di masyarakat. Penjarahan, pembunuhan terhadap keturunan tionghoa, dan unjuk rasa diman-mana. Hal ini membuat kinerja swasta melambat dalam membantu perekonomian indonesia saat itu. Semakin hari nilai rupiah semakin turun. Banyak protes dari masyakarat atas hal ini. Untuk itu mahasiswa turun untuk protes ke pemerintah. Hingga akhirnya Soeharto turun dari kursinya sebagai presiden.

Setelah itu terjadi reformasi. Pada masa itu rupiah kembali menguat. Barang-barang pokok kembali normal. Perekonomian belum sepenuhnya membaik. Masih terjadi masalah dalam hal ekonomi.
 
Tahun berganti tahun akhirnya perekonomian menemukan titik terang. Memasuki tahun 2012 ini perekonomian Indonesia mulai merangkak naik. Pemerintah meramalkan perekonomian indonesia akan tetap cerah meskipun krisis global sedang melanda dunia.

Kondisi ekonomi global yang makin terpuruk sepertinya akan menjadi tantangan tersendiri untuk Indonesia 2012. Pemerintah meramalkan perekonomian Indonesia akan tetap cerah tahun di 2012. Data dari Jawa Pos terbitan Selasa, 27 Desember 2011 mengatakan Pemerintah, Komite Ekonomi Nasional (KEN), Bank Indonesia, IMF, dan Bank Dunia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 bisa menyentuh 6,7 persen.

Namun apakah ramalan pemerintah ini benar? Memang terlihat saat ini belum ada perubahan signifikan atas krisis global diluar sana terhadap indonesia. Hanya saja akhir-akhir ini pemerintah berencana menaikan harga bbm. Hal ini dikarenakan harga minya dunia naik. Pemerintah juga berencana memangkas pemakaian bbm bersubsidi. Namun, hal ini justru mempersulit rakyat.

Sebelumnya saya ingin bercerita sedikit mengenai pendapatan perkapita. Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata – rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB perkapita. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.

Beberapa ahli ekonomi berpendapat bahwa jika angka pendapat per kapita naik, negara itu sudah berhasil mengurangi angka kemiskinan. Jika benar seperti itu hingga saat ini pendapatan per kapita Indonesia tahun 2011 naik 17,7 persen menjadi USD3.542 atau setara dengan Rp31,8 juta. Benarkah indonesia telah makmur? Pertanyaannya adalah siapa pemilik rata-rata Rp31,8 juta tersebut? Kenyataannya di indonesia masih banyak penduduk miskin yang kekurangan makanan. Rumah mereka masih di pinggir kali, masih ada gizi buruk di beberapa daerah. Menurut Anda apakah dengan melihat pendapatan perkapita naik, kita harus senang? Tidak.

Bagi saya perekonomian indonesia masih tetap jauh dari kemakmuran. Perlu adanya pemangkasan belanja negara, berantas korupsi, dan perhatikan urusan rakyat ketimbang petinggi negara. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam hal ini. Untuk itu kita sebagai masyarakat harus mendukung pemerintah. Namun pemerintah harus memperhatikan rakyat.

Sumber:
http://www.gema-nurani.com/2012/01/perekonomian-indonesia-2012/
http://www.bappenas.go.id/node/45/729/perkembangan-ekonomi-indonesia-/
http://nurullathifah.wordpress.com/2009/08/26/pendapatan-perkapita/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/perekonomian-indonesia-masa-orde-lama-1945-1966/