Selasa, 23 Oktober 2012

Analisis Jurnal Dampak Naiknya Harga Bahan Bakar



Analisis Jurnal
An Economic Analysis Of Raising Fuel Price In Indonesia

oleh :
Hapsari Widayani (23211213)
J. Asfirotun (27211827)
Siti Iqlima Zeinia (26211808)



Tema
Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar

Pengarang
Catur Sugiyanto

Judul Jurnal
An Economic Analysis Of Raising Fuel Price In Indonesia


Latar Belakang

         Dewasa ini permasalahan mengenai dampak kenaikan harga BBM sudah menjadi ulasan pokok bagi masyarakat umum. Diperlukan kerangka kerja yang kuat untuk menganalisis dampak kenaikan harga BBM terhadap perekonomian Indonesia. Focus masalah di titikberatkan kepada cara pemerintah mengatasi permasalahan tersebut agar tidak berdampak buruk bagi perekonomian di Indonesia. Dampak yang di sebabkan oleh kenaikan BBM memang sangat besar seperti kenaikan terhadap biaya produksi dan kualitas udara juga berpengaruh.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi bahan bakar minyak maka akan menimbulkan efek yang kurang baik terhadap kesehatan lingkungan. Dan bila pemakaian yang berlebih akan menimbulkan efek terhadap inflasi Negara karena akan membuat anjlok mata uang Negara konsumen akibat pembelian bahan bakar minyak meningkat. Kenaikan bahan bakar minyak sarat akan penuntutan pengurangan polusi udara. Maka banyak negara – negara yang berusaha mencari alternatif agar pemakaian BBM bisa diminimalisir dan mencari BBM yang memiliki kandungan polutan yang lebih rendah.
Oleh sebab itu pemerintah menetapkan suatu kebijakan agar bahan bakar minyak tetap normal stocknya dan harganya juga tidak terus menerus naik. Selain itu, pemerintah mencegah agar pemakaian akan bahan bakar minyak menjadi rendah supaya tidak memperbanyak polusi. Adapun dampak dari kebijakan pemerintah tersebut adalah perubahan pada pemeriksaan anggaran pemerintah Indonesia. Pemeriksaan itu terjadi perubahan yaitu saat pemeriksaan terhadap pemasukkan pendapatan pemerintah, baik dari pendapatan langsung dari minyak serta sektor gas alam dan pendapatan yang berasal dari perpajakan. Yang terakhir adalah kebijakan harga BBM ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas udara yang bermanfaat bagi manusia.

Masalah
Permasalahan yang diangkat dalam jurnal ini yaitu bagaimana cara pemerintah menganalisis dan mengatasi dampak kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia. Menganalisis apakah dampak kenaikan BBM tersebut berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia atau sama sekali tidak berpengaruh. Selain itu pemerintah harus mencari alternative untuk mengurangi polusi yang terjadi akibat pemakaian bahan bakar minyak (BBM) yang relative tinggi. Bila pemakaian itu terus terjadi maka akan menimbulkan permasalahan terhadap kesehatan bagi masyarakat di Indonesia.

Metodologi
Data:
Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data sekunder  yaitu data yang diperoleh dari penulisan orang-orang yang telah melakukan penelitian terlebih dahulu.
Variabel:
Variabel yang di gunakan dalam jurnal ini adalah menganalisis bahan bakar pengganti dan dampak naiknya harga bahan bakar terhadap biaya produksi. Selanjutnya juga membahas objek dan prinsip mengenai kebijakan perminyakan di Indonesia. Perkiraan mengenai elastisitas bahan bakar pengganti juga termasuk didalamnya. Serta dampak naiknya harga bahan bakar terhadap pengeluaran pemerintah Indonesia.


Hasil Analisis

Pembahasan yang pertama mengenai analisis bahan bakar pengganti dan dampak naiknya harga bahan bakar terhadap biaya produksi. Dalam hal ini prinsip umum dalam menangani konsumsi bahan bakar berlebihan adalah dengan memberikan pajak terhadap pemakai bahan bakar. Namun pajak itu terlalu tinggi sehingga menyusahkan masyarakat. Masalahnya polusi disebabkan oleh banyaknya kendaraan dan pabrik. Untuk itu perlu adanya alternatif lain yaitu membuat aturan standar terhadap bahan bakar dan mengganti bahan bakar tersebut.
Ada dua konsep elastisitas permintaan terhadap harga bahan bakar. Pertama adalah mempertimbangkan pengganti bahan bakar terhadap agregat energi lainnya yang tetap. Kedua, pengganti antara input dan keduanya ketika output berada dalam posisi tetap tapi agregat energi dan agregat lainnya berubah. Hubungan antara dua elastisitas permintaan tersebut adalah:


Dimana Eij (E tetap) menggambarkan harga keseimbangan dibawah asumsi bahwa terpakainya agregat energi. E tetap dan Eeeadalah elastisitas dari agregat energi dengan asumsi Pe. Rumus tersebut bisa digunakan untuk menganalisis dampak dari perubahan harga terhadap emisi. Elastisitas diatas mengharuskan kita fokus pada bahan bakar pengganti untuk menggantikannya. Salah satunya bisa digunakan dalam perubahan harga untuk agregat energi, jadi Pe adalah tetap sedangkan yang lain berubah.
Tahun 1980-1981, industri minyak indonesia menyediakan lebih dari 70% pendapatan pemerintah dalam negeri dan 82% dari pendapatan hasil ekspor. Angka ketergantungan tertinggi saat minyak menjadi kelemahan utama selama beberapa tahun setelah harga minyak negara mulai tetap dan tiba-tiba turun ditahun 1986. Hal ini membuktikan bahwa hal yang terpenting adalah pertukaran asing dan pendapatan fiskal. Menyaring minyak tanah 15% dari total pendapatan ekspor di tahun 1994 dan anggaran pendapatan dari perusahaan minyak 16.1% dari pendapatan pemerintah dalam negeri pada tahun 1994/1995. Terlihat pada strategi pemerintah indonesia dan beberapa kasus dari sektor tertentu yaitu:
a. Mengefisiensikan bahan bakar dengan biaya rendah. Bisa juga dengan cara menggantikannya dengan minyak tanah sebagai alternatif lainnya.
b. pergerakan sumber harus objektif. Hal ini berguna untuk memaksimalkan pendapatan modal asing dan anggaran pendapatan dalam negeri.
c. objektif sosial yaitu masyarakat harus menyadari bahwa bahan bakar sudah terbatas. Kita harus hemat dan memakai energi yang ada dengan sebaik-baiknya. Pemerintah pun membantu membuat bahan bakar baru seperti diesel untuk digunakan masyarakat.
d. memandang lingkungan dengan objektif. Berpikir objektif dengan cara meningkatkan produktivitas dan nilai guna pada penggunaan energi dapat membantu generasi berikutnya.

Tabel berikut ini melaporkan penelitian Eskeland mengenai elastisitas harga bahan bakar sektor manufaktur. 


Tabel tersebut menunjukan harga keseimbangan yang secara umum mempunyai nilai absolut, berkisar dari -83 hingga -1.5 untuk batu bara. Dampak dari penggantinya akan memicu naiknya permintaan untuk bahan bakar bersih dalam kaitannya dengan harga bahan bakar kotor. Oleh karena itu pemerintah mungkin yang memicu naiknya bahan bakar bersih dengan menaikan bahan bakar kotor secara relatif tanpa beberapa dampak utamanya dalam biaya produksi.
Dampak naiknya bahan bakar minyak dalam kaitannya dengan pengeluaran pemerintah adalah ada dua perbedaan dalam hubungannya antara sektor energi dan anggaran pemerintah. Hal yang paling nyata adalah aliran pendapatan dari minyak dan sektor gas alam cair untuk pengeluaran pemerintah. Awalnya pendapatan minyak dan ekspor gas masih menjadi yang terbesar. Lalu terjadi perubahan pada sistem pajak langsung dan pengendalian regulasi pemerintah. Produksi bahan bakar untuk menambah nilai pajak dan termasuk didalamnya komponen retail.
Analisis mengenai dampak naiknya harga bahan bakar dalam negeri mempengaruhi kesejahteraan. Dampaknya juga terjadi pada penurunan surplus konsumen dan kesejahteraan masyarakat terhadap kualitas bahan bakar dan udara yang baik. Secara umum pembagian besar-besaran akan berpengaruh pada jumlah pengeluaran dan kehilangan kesejahteraan.


Kesimpulan

Saat ini jumlah bahan bakar sangat terbatas khususnya bahan bakar minyak. Semua orang memakainya setiap hari. Konsumsi BBM pun terus meningkat. Sedangkan persediaan tidak terlalu banyak. Untuk itu pemerintah menaikan harga bahan bakar agar masyarakat tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Namun dengan adanya kebijakan seperti itu menimbulkan hilangnya surplus konsumen dan berkurangnya permintaan. Cara agar masyarakat sejahtera dan tidak kehabisan sumber daya adalah dengan memakainya secara efektif dan efisien. Selain itu gunakan alternatif lain sebagai gantinya. Misalnya saja diesel. Gunakan sumber daya lain agar tidak menghabiskan sumber daya minyak. 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Do not said a negative word!